PANTE RAMBONG– Dalam suasana duka yang menyelimuti keluarga almarhumah Hazizah (65), secercah harapan dan ketulusan hadir dari Pemerintah Gampong Pante Rambong yang menyerahkan santunan kematian sebagai wujud kepedulian nyata terhadap warganya.
Kamis pagi, 5 Juni 2025, halaman rumah sederhana di Dusun Alue Meunuang tampak ramai. Namun kali ini bukan karena pesta atau kenduri, melainkan sebagai bentuk solidaritas dalam kehilangan seorang Ibu.
M. Yahya, anak almarhumah Hazizah, tampak menahan haru ketika menerima santunan kematian sebesar Rp 1.000.000,- yang diserahkan langsung oleh Camat Pante Bidari, Darkasyi, S.E., didampingi sejumlah pejabat gampong dan kecamatan.
Bukan soal jumlah bantuan yang membuat momen itu begitu berarti, melainkan pesan moral di baliknya—bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam urusan administrasi, tapi juga meresapi denyut kehidupan rakyatnya, bahkan dalam detik-detik kesedihan. "Ini bukan soal uangnya, tapi perhatian yang kami rasakan sangat menyentuh," ujar Yahya lirih,
Kebijakan ini adalah implementasi dari instruksi Bupati Aceh Timur yang tertuang dalam surat Nomor: 893/2182, mengamanatkan setiap gampong untuk mengalokasikan dana APBG bagi santunan kematian. Dalam hal ini, Pante Rambong menjadi salah satu gampong yang sigap dan cepat tanggap menjalankannya.
Keuchik Pante Rambong, Hermanto, menyatakan bahwa program ini adalah bentuk tanggung jawab moral pemerintah terhadap warganya. “Kami ingin memastikan bahwa warga yang ditinggal tidak merasa sendirian. Pemerintah hadir, bukan hanya di atas kertas, tapi langsung di lapangan,” ungkapnya.
Turut hadir Kapolsek Pante Bidari, IPDA Saiful Bahri; Ketua Tuha Peut, Herwan; Sekdes Zulkifli, S.H.; Imum Mukim Blang Seunong, Abdul Wahab; serta Kasi PMG Kecamatan, Abdurrahman—seluruhnya memberi pesan kuat bahwa duka warga adalah duka bersama.
Santunan ini mungkin tidak menghapus kesedihan, tapi ia mengukir harapan: bahwa di tengah cobaan, masih ada tangan yang menjangkau dan hati yang peduli.
Kirim Komentar